Selasa, 23 Maret 2010

Prospek Wawasan Nusantara Di Era Globalisasi

Pendahuluan

Wawasan nusantara di era globalisasi ini kini mengalami perubahan,akibat semakin berkembangnya iptek dan kemajuan teknologi,dan agar rakyat Indonesia tidak mengalami ketertinggalan akibat semakin berkembangnya kemajuan teknologi maka dalam penulisan ini akan di ungkapkan beberapa cara-cara atau sedikit pengetahuan tentang apasaja yang harus di lakukan masyarakat Indonesia agar wawasan masyarakat Indonesia itu semakin berkembang untuk menghadapi pengaruh globalisasi di dunia.

Prospek Wawasan Nusantara Di Era Globalisasi.
Wawasan nusantara adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkunganya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi ) serta pembangunanya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkunganya baik nasional ,regional,maupun global.

Landasan Wawasan Nasional.
Wawasan nasional di bentuk dan di jiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang di anut oleh Negara yang bersangkutan.

Wawasan nasional Indonesia
Wawasan nasilonal indonesia di kembangkan berdasarkan wawasan nasional secara universal sehingga di bentuk dan di jiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang di pakai Negara Indonesia.

Asas Wawasan Nusantara.
Merupakan ketentuan dasar yang harus di patuhi agar terwujud ketaatan dan kesetian warga Indonesia.aqsas wawasan nusantara terdiri dari :
1.Kepentingan dan tujuan yang sama.
2.Keadilan.
3.Kejujuran.
4.Solidaritas.
5.Kerjasama.
6.Kesetiaan terhadap kesepakatan.

Wawasan nusantara di era globalisasi
Masuknya globalisasi ekonomi dan budaya oleh negara sekular ke negara berkembang selalu akan melalui sistem pemerintahan  negara berkembang itu sendiri. Oleh karena itu, sistem pemerintahan negara berkembang yang bercorak sekular dan materialisrtik akan menjad makanan empuk bagi program globalisasi negara maju. Akan ditemui segelintir elit (pejabat pemerintah dan swasta) nasional yang mendukung program mereka dalam meperkaya diri dan mengeksploirasi rakyat serta menyerap kekayaan tanah air.  Oleh karena itu diperlukan orang “kuat” dalam negara berkembang yang mampu menahan gelombang arus globalisasi disamping penataaan sistem pemerintahan berdasarkan moral agama.

Globalisasi telah mengikis pula budaya dan kultur yang telah menjadi ciri khas bangsa kita. Dunia seni dan hiburan banyak dipengaruki Barat, identitas bangsapun mulai luntur seiring denga kemajuan jaman. Untuk melawan hegemoni Barat tersebut Indonesia kaya akan seni dan budaya, akan tetapi potensi tersebut tidak mampu diberdayakan dengan baik. Hal ini karena pemberdayaa seni dan budaya terkesan sentralistik, sehingga kebudayaan kita terhegemoni dan dimonopoli oleh kebudayaan etnik tertentu. Kesenjangan budaya Jawa dan luar pulau Jawa begitu menonjol dan nampak dalam penyajian di berbagai media. Kesenjangan tersebut melahirkan perasaan tidak puas dan kemudian dilawan dengan cara menggugat nasionalisme. Karena nasionalisme terkadang digunakan oleh etnik tertentu untuk melanggengkan hegemoninya,Fenomena ini dapat berimplikasi pada terancamnya masa depan bangsa sehingga perlu perumusan nasionalisme baru untuk menaggulanginya.Abad 21 juga jelas merupakan era kompetitif dan Indonesia sebagai suatu kesatuan bangsa akan meghadapi kompetisi yang ketat di dunai internasional  dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk itu secara internal bangsa ini perlu mempersapkan diri dalam segala aspek khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Visi Indonesia Masa Depan
Masa depan Indonesia mungkin saja baik, lebih cemerlang dari semua yang pernah kita bayangkan, namun mungkin yang terjadi sangat buruk, sesuatu yang belum pernah kita bayangkan, bahkan dalam mimpi buruk kita sekalipun. Yang jelas, dalam upaya mewujudkan cita-cita reformasi dalam penyelesaian berbagai masalah bangsa dan negara diperlukan visi Indonesia masa depan sebagai fokus pada arah penyeelnggaraan kehidupan berbamgsa dan bernegara menuju masa depan yang lebih baik.
Bagi bangsa Indonesia, Visi Indonesia didasari dan diilhami oleh cita-cita luhur yang telah digariskan para pendiri negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk pencapaian visi tersebut maka selanjutnya dirumuskan visi antara yang disebut VISI INDONESIA 2002 sebagai berikut :
Visi Indonesia 2020 adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
Untuk mengukur tingkat keberhasikan perwujudan Visi Indonesia 2020 diperlukan indikator-indikator utama sebagai berikut.
terwujudnya penghormatan terhadap martabat kemanuasiaan.
1.    religius
a.    terwujudnya masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia sehingga ajaran agama, khususnya yang bersifat universal dan nilai-nilai luhur budaya terutama kejujuran, dihayati dan diamalkan dalam berilaku keseharian.
2.manusiawi
a.terwujudnya masyarakat yang menghargai nilai-nilai kemanuasiaan yang adil dan beradab.
b.terwujudnya hubungan harmonis antar manusia indonesia tanpa membedakan latar belakang budaya, suku, ras, agama dan lain-lain.
c.berkembangnya dinamika kehidupan bermasyarakat ke arah peningkatan harkat dan martabat manusia.
d.    terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.bersatu
a.    meningkatnya semangat persatuan dan kerukunan bangsa.
b.    meningkatnya toleransi, kepedulian dan tanggung jawab social.
c.    berkembangnya budaya dan perilaku sportif  serta menghargai dan menerima perbedaan dalam kemajemukan.
d.    berkembangnya semangat anti kekerasan.
e.    berkembangnya dialog secara wajar dan saling menghormati antar kelompok dalam masyarakat.

4. demokratis
a.    terwujudnya keseimbangan kekuasaan antara lembaga penyelenggara negara dan hubungan kekuasaan antara pemerintahan nasional dan daerah.
b.    menguatnya partisipasi politik sebagai perwujudan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum jujur, adil dan langsung, umum, bebas dan rahasia, efektifitas peran dan fungsi partai politik dan kontrol sosial masyarakat yang semakin meluas.
c.    berkembangnya organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan dan organisasi politik yang bersifat tebuka.
d.    terwujudnya mekanisme kontrol di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
e.    berkembangnya budaya demokrasi, transparasi, akuntabilitas, jujur, sportif, menghargai perbedaan.
f.    berkembangnya sistem kepemimpinan yang egaliter dan rasional.

5.    adil
a.    tegaknya hukum yang berkeadilan tanpa diskriminasi.
b.    terwujudnya institusi dan aparat hukum yang bersih dan professional.
c.    terwujudnya penegakan hak asasi manusia
d.    terwujudnya keadilan gender.
e.    terwujudnya budaya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum.
f.    terwujudnya keadilan dalam distribusi pendapatan, sumberdaya ekonomi dan penguasaan aset ekonomi, serta hilangnya praktek monopoli.
g.    tersedianya peluang yang lebih besar bagi kelompok ekonomi kecil, penduduk miskin dan tertinggal.

6.    sejahtera
a.    meluasnya kesempatan kerja dan meningkatnya pendapatan penduduk sehingga bangsa indonesia menjadi sejahtera dan mandiri.
b.    meningkatnya angka partisipasi murni anak usia sekolah.
c.    terpenuhinya sistem pelayanan umum, bagi seluruh lapiran masyarakat termasuk pelayanan kepada penyandang cacat dan usia lanjut, seperti pelayanan transportasi, komunikasi, penyediaan energi dan air bersih.
d.    tercapainya hak atas hidup sehat bagi seluruh lapiran masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin terlindunginya masyarakat dari berbagai resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dan tersediannya pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan merata.
e.    meningkatnya indeks pengembangan manusia (human development index), yang menggambarkan keadaan ekonomi, pendidikan dan kesehatan secara terpadu.
f.    terwujudnya keamanan dan rasa aman dalam masyarakat.

7.    m a j u
a.    meningkatnya kemampuan bangsa dalam pergaulan antar bangsa.
b.    meningkatknya kualitas sdm sehingga mampu bekerja sama dan bersaing dalam era global.
c.    meningkatnya kualitas pendidikan sehingga menghasilkan tenaga.
d.    meningkatkan disiplin dan etos kerja.
e.    meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi serta pembudayaannya dalam masyarakat.
f.    teraktualisasinya keragaman budaya indonesia.

8.    mandiri
a.    memiliki kemampuan dan ketangguhan dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah pergaulan antar bangsa agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain.
b.    terwujudnya politik luar negari yang berkepribadian dan bebas aktif.
c.    terwujudnya ekonomi indonesia yuang bertumpu pada kemampuan serta potensi bangsa dan negara termasuk menyelesaikan hutang luar negeri.
d.    memiliki kepribadian bangsa dan identitas budaya indonesia yang berakar dari potensi budaya daerah.

9.    baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
a.    terwujudnya penyelenggaraan negara yang profesional, transparan, akuntabel, memiliki kreadibilitas dan bebas kkn.
b.    terbentuknya penyelenggaraan negara yang peka dan tanggap terhadap kepentingan dan aspirasi rakyat di seluruh wilayah negara termasuk derah terpencil dan perbatasan.
c.    berkembangnya transparansi dalam budaya dan perilaku serta aktivitas politik dan pemerintah.

Menggagas Format  Indonesia Masa Depan Antara fenomena Globalisasi dan Primordialisme Etnik.Puncak kesadaran  sosial di penghujung kekuasaan tirani Orde Baru telah menggesa  seluruh komponen bangsa untuk segera merekonstruksi tatanan sosial yang mapan menuju format Indonesia masa depan. Kegelisihan yang sekaligus sebagai cita-cita lihir tersebut kemudian disimbolkan dalam beberapa terminologi  seperti civil society, masyarakat madani, Indonesia baru dan Indonesia Masa Depan yang meskipun secara substantif terminology terminologi di atas memiliki prinsip-prinsip yang sama dan bersifat universal.

Cita-cita mulia di atas tidak akan terwujud atau mati suri bila kondisi sosio-kultural sebagai prasyarat masyarakat madani masih berada di bawah bayang-bayang primordialisme agama dan primordialisme etnik. Kedua kondisi sosio-kultural tersebut akan menjadi sandungan sekaligus ancaman, sehingga menjadi agenda internal dan terberat yang harus segera dituntaskan.
Masyarakat madani sebagai salah satu terminologi untuk sebuah tatanan sosial masa depan adalah Indonesia tanpa dinding dan Indonesia tanpa batas. Indonesia tanpa dinding adalah Indonesia masa depam yang ahrus tegak di atas prinsip-prinsip :

- Pluralitas.
- Toleransi.
- Sistem sosial yang teratur.
- Tidak adanya sekat agama maupun etnik.
- Kecerdasan masyarakat.
Untuk mewujudkan kondis di atas seluruh kmonen bangsa hatus emulainya dengan cara :
- Mengapresiasikan pluralisme dengan baik.
- Adanya konsensus (kontrak sosial).
- Penegakan supremasi hukum.
Akhirna, instrumen yang dapat digunakan dalam pencapaian Indonesia masa depan adalah pendidikan sebagai usaha pencerahan dan penimngkatan kualitas manusia Indonesoa. Hal ini akan memudahkan tumbuhnya budaya dilaog dan kesaling pahaman
Kesimpulan
Untuk menghadapi globalisasi adalah mempertahankan eksistensi dan intergritas bangsa dan negara serta memanfaatkan epluang untuk memajuan bangsa dan negara. Untuk menghadapi globalisasi diperlukan kemampuan sumber daya manusia dan kelembagaan, baik di sektor negara maupun di sektor swasta.agar terwujudnya Indonesia yang maju dan masyarakat yang siap menghadapi besarnya pengaruh globalisasi di Indonesia.

DAFTAR   PUSTAKA :
WWW.KOMPAS.COM
Dari mesin pencari www.google.co.id
Affandi, Rustam. Eksistensi Idealisme Mahasiswa Dalam Konstalasi Gerakannya. Hima Geografi UNM: 1999.
Bahrul Ulum’s weblog

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar